• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    AJC Kutuk Keras Pembunuhan Wartawan Sumatra Utara

    Lentera Nasional
    Senin, 21 Juni 2021, 10:41 WIB Last Updated 2021-06-21T03:41:20Z
    Juwaini Husen.
    Bireuen - AJC (Aceh Jurnal Community) mengutuk keras penembakan terhadap pimred LaserNewsToday Sumatra Utara, kesan 2 bekas peluru ditubuh korban" merupakan bukti teror OTK yang tidak begitu mudah dimaafkan. Teror dan intimidasi terhadap insan pers semakin marak, AJC mendesak pihak kepolisian segera dapat menyeret pelaku tanpa pandang bulu dan kalangan, Minggu (20 Juni 2021).

    Ketua Umum AJC (Aceh Jurnal Community) Juwaini Husen menyampaikan, Aksi teror, intimidasi dan berbagai kekerasan terhadap pekerja pers yang kerap menimpa wartawan dibeberapa daerah, baik itu melalui kekerasan fisik, pengancaman, pelecehan, pembakaran rumah hingga diantaranya ada yang nyawanya melayang.

    "Jika kekerasan seperti ini terus berlaku dan semakin banyak wartawan menjadi tumbal keegoan para oknum yang berkepentingan", Dimanakah keadilan penegakan hukum yang menjadi kebanggaan semua lapisan masyarakat Indonesia. Dari sekian rentetan teror tersebut, hanya sebahagian kecil yang dapat di meja hijaukan", Benarkah hukum itu tumpul keatas, ujarnya

    Sebagaimana menimpa pimred LaserNewsToday merupakan kasus yang luar biasa, dengan kesan bekas 2 peluru ditubuhnya, itu suatu bukti menunjukkan bahwa, pembunuhan tersebut direncanakan. Sangatlah tidak etis," ungkap Juwaini yang turut didampingi Sekretaris dan beberapa kepala bidang organisasi jurnalistik.

    Dijelaskan Juwaini, Sesuai Surat Peryataan Dewan Pers
    Nomor: 02/P-DP/VI2021 tentang"
    Meninggalnya Pemimpin Redaksi LaserNewsToday", Sebuah kabar duka kembali mewarnai kehidupan pers Indonesia. Mara Salem Harahap meninggal dunia pada Sabtu 19 Juni 2021. Merujuk pada pernyataan Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Rahmat Ariwibowo kepada pers, warga masyarakat menemukan jasad korban di dalam kerdaraan pribadi tidak jauh dari kediamannya di Karang Aryer Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

    Dewan Pers menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Mara Salem Harahap, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan batin dan LasserNewsToday dapat melanjutkan kiprah sebagai pers yang profesional, serta menegakkan Kode Etik Jurnalistik.

    Mara Salem Harahap meninggal dunia dengan jejak kekerasan" Ditemukan dua luka tembak di tubuhnya. Kekerasan, apa lagi yang menghilangkan nyawa, jelas tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Terlebih-lebih jika kekerasan itu dilakukan terkait dengan pekerjaan seseorang sebagai wartawan.

    Dewan Pers Mengutuk kekerasan dan pembunuhan terhadap Mara Salem Harahap, serta mendesak aparat kepolisian untuk segera menyelidiki kasus ini secara serius dan seksama. Pelaku dan motif pembunuhan harus diungkapkan 'Rasa keadilan keluarga Mara Salem Harap juga harus ditegakkan' Oleh karena
    itu, Dewan Pers juga menghimbau agar segenap komonitas pers Sumatra Utara untuk memperhatikan masalah pembunuhan Mara Salem Harahap dan secara profesioal membantu aparat kepolisian dalam mencari bukti-bukti dan mengungkapkan fakta.

    "Dewan Pers menghimbau kepada semua pihak yang merasa dirugikan pers untuk
    menempuh prosedur penyelesaian sengketa pers seperti telah diatur dalam UU Pers No. 40 Tahn 1999 dan Peraturan Dewan Pers.

    Hal yang tidak kalah penting, Dewan Pers menghimbau agar segenap unsur pers nasional untuk senantiasa mengedepankan keselamatan diri dan mentaati Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan tugas profesional sebagai wartawan, tegas ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh dalam Pernyataan tertulis, Jakarta (19 Juni 2021) Ketua AJC menjelaskan. (Rel)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini