• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Ribuan Siswa Kurang Mampu Lingkup Kankemenag Pijay akan Segera Terima PIP

    Lentera Nasional
    Kamis, 06 Mei 2021, 23:58 WIB Last Updated 2021-05-06T17:05:58Z
    Kepala Kemenag Kabupaten Pidie Jaya Ahmad Yani, S.Pd.i.
    Pidie Jaya - Sebanyak 3.924 Siswa/i kurang mampu dari jenjang madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs), dan madrasah aliyah (MA) di Kabupaten Pidie Jaya bakal menerima bantuan PIP (Program Indonesia pintar) tahap I tahun 2021.

    Berdasarkan data yang diperoleh Wartawan lenteranasional.com untuk Siswa jenjang MA mendapat kuota paling sedikit dibandingkan tingkatan lain, yaitu hanya 473 siswa.

    Sementara jenjang MI mendapat kuota terbanyak yakni dengan jumlah 2.412 Murid. Selanjutya 1.039 peserta didik jenjang MTs berhak menerima kucuran dana tersebut.

    Kepala Kankemenag Pidie Jaya Ahmad Yani, S.Pd.I saat dikonfirmasi media ini menyampaikan, seluruh madrasah yang ada di Pidie Jaya mendapatkan Program pemerintah itu, baik Madrasah negeri maupun Swasta. Kecuali madrasah yang baru keluar SK Operasional di Tahun 2020.

    "Adapun jumlah Madrasah di Pidie Jaya adalah MI (25), MTs (13) dan MA (10). Total siswa madrasah pada Tahun Ajaran 2020/2021 seluruhnya yaitu 10.508 orang. Alhadulillah 37,35 persen mendapatkan dana batuan PIP dari Pemerintah Pusat," lanjut Ahmad Yani.

    "Bantuan dimaksud tidak dapat digunakan untuk foya-foya. Dalam aturan, ada hal bermanfaat yang diperioritaskan dengan uang tersebut. Berdasarkan ketentuan, dana PIP itu dimanfaatkan untuk membeli seragam sekolah, buku pelajaran, dan transportasi. Dengan begitu, para siswa katagori tidak mampu mendapat kemudahan guna memenuhi kebutuhannya dalam menuntut ilmu," kata Kakankemenag penuh harap.

    Secara terpisah Kepala Seksi Pendidikan (Kasi Pendis) Kemenag Pidie Jaya Mulyadi, S.Ag mengutarakan, pencairan bantuan dilakukan tiap enam bulan sekali atau Per Semester. Nominal yang didapat siswa MI tiap tahun Rp 450 ribu.

    Dirincikannya, siswa jenjang MTs, bantuan yang dikucurkan adalah Rp 750 ribu per tahun. Untuk siswa MA, jumlah dana yang diterima lebih besar. Yakni, Rp 1 juta per tahun.

    Kata Mulyadi, khusus kelas terakhir (kelas VI tingkat MI serta Kelas III tingkat Mts dan MA) atau bagi yang sudah mengikuti ujian akhir, hanya mendapatkan setengahnya dari jumlah bantuan yang dikucurkan per tahunnya. Karena siswa kelas akhir dihitung satu semester saja.

    Untuk pencairan seharusnya sudah bisa dilakukan seluruhnya karena semua syarat administrasi dari madrasah maupun Kemenag yang diperlukan untuk proses pencairan sudah lengkap. Jika pun ada tertahan karena ada syarat administrasi yang berhubungan langsung dengan orang tua/ wali murid.

    "Kami sudah memanggil semua orang tua/ wali murid, meski jadwal sekolah sedang libur. Jadi kami sudah menyampaikan informasi tersebut, sebagimana penyampaian para kepala madrasah," aku Mulyadi.

    Dalam menjaga Prokes Covid-19 pihaknya turut mencegah terjadinya kerumunan/antrian di Bank.

    Pihak Bank juga memberikan kemudahan dengan melakukan proses pencairan/penarikan dana secara kolektif per unit madrasah. Dengan demikian, jika ada salah satu penerima mamfaat tidak selesai syarat administrasi di unit madrasah tertentu, maka unit madrasah bersangkutan belum bisa dicairkan, dikarenakan syarat administrasi belum selesai semuanya.

    "Bagi orang tua/wali murid yang belum melengkapi semua syarat administrasi yang dibutuhkan, lakukanlah segera agar proses penarikan dana batuan PIP bisa dilakukan sebelum lebaran," tutup Mulyadi mengakhiri.

    Reporter: Irfan Sofyan.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini