• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Harga Ikan Tongkol Anjlok di Pidie Jaya

    Lentera Nasional
    Sabtu, 01 Mei 2021, 23:43 WIB Last Updated 2021-05-01T16:43:20Z
    Suasana salah satu pasar tradisional di Pidie Jaya, (1 Mei 2021).
    Pidie Jaya - Dalam bulan Ramadan harga Ikan segar berbagai jenis di sejumlah pasar ikan tradisional wilayah Kabupaten Pidie Jaya cenderung stabil, karena pasokan barang kepada pedagang lancar dan stok cukup.

    Berdasarkan pantauan Lenteranasional.com di Pasar Tradisional Ulee Gle, Meureudu dan Pangwa, Sabtu (1 Mei 2021), para pedagang ikan menyebut, harga ikan segar baik dari laut maupun air tawar seperti tuna, dencis, kembung, tenggiri, cumi, layar, teri, ikan campur, bandeng, undang, nila, gurami, serta lele rata-rata dijual dengan harga stabil dan stok di pedagang relatif cukup. Namun ikan tongkol harganya anjlok.

    Dihimpun informasi, harga dencis kisaran Rp. 30 ribu/kg, marlin Rp. 50 ribu/kg, Tuna Rp. 35 ribu/kg, kembung Rp. 20 ribu/kg dan ikan campuran Rp. 20 ribu/kg. Sedangkan harga Cumi dijual antara Rp. 60 ribu/kg hingga Rp. 70 ribu/kg, Udang alam dijual antara Rp. 70 ribu/kg sampai Rp. 90 ribu/kg tergantung ukuran.

    Bandeng Rp. 40 ribu/kg, Mujair Rp. 30 ribu/kg, Lele Rp. 25 ribu/kg, dan Nila Rp. 30 ribu/kg. Sedangkan ikan tongkol kecil harganya sangat anjlok berkisar Rp. 10 ribu/kg hingga Rp. 15 ribu/kg, dimana sebelum Ramadhan harga tongkol mencapai Rp. 25 ribu-Rp30 ribu/kg.

    Yusri (55) salah satu pedagang ikan segar di Pasar Uleegle mengatakan harga ikan masih stabil karena pasokan dari daerah sentra seperti Panteraja, Meureudu, Pasi Aron, Jepara, dan Peudada cukup lancar. Sedangkan permintaan pembeli juga stabil selama bulan ramadhan ini.

    "Pasokan ikan laut segar yang kami terima hanya dari darerah lokal saja, sedangkan pasokan dari luar tidak kami terima takut terkontaminasi bahan kimia (formalin-red). Untuk ikan air tawar dari daerah lokal juga yakni, Samalanga dan Uleegle," akui Yusri

    Kepala Dinas Kelautan dan (DKP) Pidie Jaya, Ir. Burhanuddin saat dikonfirmasi via Seluler soal anjloknya harga ikan tongkol. Ia menyatakan, anjloknya harga ikan tersebut, karena banyaknya tangkapan nelayan untuk saat sekarang. Namun, biasanya apabila memasuki bulan Oktober hingga Desember, harga ikan diperkirakan akan melonjak lagi, karena nelayan kesulitan tangkapan ikan akibat cuaca yang tidak mendukung,” ujarnya.

    "Kami terus memantau harga Ikan segar yang ada di Pidie Jaya, Harga ikan segar berfariasi namun masih stabil dan terjangkau dengan daya beli masyarakat. Hanya ikan tongkol yang harganya anjlok. Dalam upaya mengatasi banyaknya hasil tangkapan dari nelayan, DKP Pidie Jaya juga menyediakan tempat penampungan ikan Integrated Cold Stroge (ICS) di komplek PPI Meureudu," ungkap Burhan.

    ICS yang bisa menampung ikan-ikan segar, gudang tersebut bisa mampu menampung sebanyak 50 ton ikan. Selain untuk menampung ikan untuk tunda jual, juga sebagai tempat pembersihan ikan untuk proses penjualan kedepan. Saat ini ada sekitar 10 ton ikan yang disimpan di ICS, berarti masih muat sekitar 40 Ton lagi. Kita berharab kedepan Nelayan makin sejahtera," ujar Burhan.

    Iqbal pedagang lainnya menambahkan, akibat anjloknya harga ikan tongkol, banyak warga yang membeli dalam jumlah banyak. Selain untuk dikonsumsi secara segar, juga dijadikan ikan olahan seperti ikan asin atau ikan kayu.

    Sementara pedagang ikan di Reudeup, Kecamatan Panteraja, Helmi menambahkan, hampir di semua tempat penjualan di daerah itu, harga ikan tongkol saat ini nyaris sama, sementara untuk harga normal belum bisa dipastikan kapan, karena sangat tergantung dengan hasil tangkapan nelayan.

    "Anjloknya harga ikan saat banyaknya tangkapan adalah hal biasa, pedagang juga menyesuaikan harganya dengan pasokan ikan segar dari hasil tangkapan nelayan," ungkap Helmi.

    Reporter : Irfan Sofyan
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini