• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Terkait Layanan Publik, RSUD Pijay di Laporkan Ke Ombudsman RI

    Kamis, 22 April 2021, 06:00 WIB Last Updated 2021-04-21T23:00:46Z

    PIDIE JAYA (LN) - Keluarga Raudhatul Jannah (24) Warga Gampong Keurisi Meunasah Leung Kecamatan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya Aceh melaporkan kasus pelayanan publik RSUD Pidie Jaya terkait pasien yang melahirkan dalam pempers ke Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Rabu (22/4/2021).


    Laporan tersebut resmi dilaporkan oleh Ridwan abang kandung dari Raudhatul Jannah ke Ombudsman RI Perwakilan Aceh sebagai bagian dari Lembaga Pemantau Penyelenggara Pelayanan Publik.

    Diketahui, Raudhatul Jannah melahirkan bayinya dalam pempers diruang bersalin RSUD Pidie Jaya, Jum'at (16/4/ 2021), sekitar jam 2.30 Wib dini hari.

    Dikatakan Ridwan, adik kandungnya masuk Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya pada Kamis (15/4) dan melahirkan dalam pempers pada Jum'at dinihari, seharusnya kata Ridwan adik kandungnya mendapatkan pelayanan medis yang maksimal dari pihak rumah sakit.

    Kata dia, seharusnya pelayanan maksimal harus diberikan kepada ibu yang mau melahirkan, bukan malah menelantarkan tanpa ada pendampingan medis.

    "Ini adalah bentuk kelalain dari pihak Manajemen Rumah Sakit, katanya. Untung saja adik saya melahirkan dengan selamat meski tanpa ada pelayanan maksimal dari Rumah Sakit," ujarnya.

    "Jika sampai terjadi hal yang tidak diinginkan pada adik saya yang mau melahirkan tersebut, siapa yang harus bertanggung jawab," tanya Ridwan....??

    Saya sangat kecewa terhadap pelayanan rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya yang mengabaikan adik saya saat mau melahirkan, ucapnya.

    Imbas dari kejadian tersebut adik saya Raudhatul Jannah mengalami trauma yang mendalam. Pihak Manajemen Rumah Sakit harus bertanggung Jawab terhadap peristiwa yang menimpa adik saya, kata dia.

    Tujuan saya melaporkan kasus ini ke Ombudsman RI Perwakilan Aceh agar kasus ini segera ditindak lanjuti, supaya berdampak baik untuk masyarakat Pidie Jaya terhadap pelayanan kesehatan kedepannya, ungkap Ridwan.

    Dia berharap, dengan adanya laporan seperti ini, kasus-kasus seperti ini tidak akan terjadi lagi di Pidie Jaya dan Aceh pada umumnya.

    Selain itu, dia juga mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja manajemen rumah sakit, karena kejadian itu sangat menyakitkan hati rakyat, sebagai pemilik kedaulatan sah di Negeri ini, tandas Ridwan.

    Ridwan juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman media yang telah memberitakan dan mengabarkan ke publik terkait kasus yang menimpa adik kandungnya, media sudah menjalankan tugas dan fungsi sebagai kontrol sosial, pungkasnya. (*)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini