• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sejumlah Gampong di Trienggadeng Laksanakan Khanduri Kanji

    Kamis, 15 April 2021, 23:23 WIB Last Updated 2021-04-15T16:23:43Z

    PIDIE JAYA (LN) - Gampong Mesjid Trienggadeng, Meue, Teungkluet Kecamatan Triennggadeng merupakan beberapa gampong dari sebahagian banyak Gampong/ Desa di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh menyediakan dapur umum untuk menyediakan Kanji di bulan suci Ramadhan. Kanji rumbi ini merupakan makanan khas buka puasa di Aceh dan hanya tersedia saat bulan Ramadhan saja.


    Khanduri (sedekah) kanji merupakan sebuah tradisi turun temurun yang dilakukan rutin sebulan penuh setiap tahunnya, yaitu bulan pada bulan puasa. Khanduri kanji sendiri merupakan tradisi khas dari warga Pidie Jaya dan Pidie yang dijadikan sebagai menu berbuka sebagian besar warga disana.


    Semua gampong yang melakukan khanduri kanji di bulan puasa Ramadhan, terlebih dahulu "duek pakat" (musyawarah-red) terlaksananya Khanduri kanji serta tata laksana yang dilakukan. Dimana, sumber dana untuk khanduri kanji ini tidak diwajibkan bagi seluruh rakyat atau masyarakat di dalam gampong setempat, melainkan mereka yang mampu dan mau melakukannya secara Ikhlas. 


    Tamal Khani, Keuchik Gampong Mesjid Trienggadeng, saat ditemui wartawan media ini mengakui, Pengadaan kanji rumbi ini untuk menu berbuka bagi warga Gampong Mesjid Trienggadeng dan sekitarnya. Adapun sumber dana untuk kanji tersebut dari sumbangan setiap warga yang mampu gampong maupun yang ada di rantau. 


    “Setiap hari biaya yang dibutuhkan rata-rata sebanyak Rp450.000, untuk perlengkapan bumbu rempah khas aceh. Tidak semuanya bahan kami membelinya tapi ada juga sumbangan dari warga, seperti Kelapa (santan), beras dan bahan lain yang ada di perkarangan warga. Kami sangat mengharapkan sumbangan dari setiap warga agar tradisi turu temurun ini terus terlestarikan.” ungkap Keuchik Raja penuh harap. 


    Kanji sendiri biasanya dimasak oleh petugas yang telah disepakati pada waktu setelah dzuhur, hal ini dilakukan supaya kanji yang dimasak mendapatkan cita rasa yang sempurna dan dapat dibagikan saat sore tiba.  Sekitar pukul 16.00 WIB (ba’da Ashar), anak-anak akan datang ke Meunasah sambil membawa wadah masing-masing. 


    Pantau media ini di sejumlah gampong se Kecamatan Trienggadeng, hanya beberapa gampong saja yang terlihat tidak ada anak-anak dan warga lainnya yang menenteng wadah untuk mengambil kanji di Meunasah setempat. Mungkin ada satu dan lain hal yang tidak sempat ditanyakan wartawan pada gampong yang tidak melaksanakan Khanduri kanji yang sudah menjadi sebuah tradisi turun temurun itu. (Irfan)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini