• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Keuchik Panton Rayeuk T Meminta Kepada Perusahaan PT.Medco E&P Malaka Harus Bertanggung Jawab Atas Kejadian ini

    Jumat, 09 April 2021, 17:22 WIB Last Updated 2021-04-09T10:22:15Z
    ACEH TIMUR - Akibat adanya aktivitas pencucian salah satu Sumur Gas milik PT.Medco E&P Malaka di Wilayah Alue Siwah (AS) Puluhan warga yang berdekatan dengan Sumur Gas di Desa Panton Rayeuk T Kecamatan Banda Alam Aceh Timur, mengalami keracunan, Jum'at (9/4). Diduga, mereka terhirup gas beracun dari pencucian Sumur Gas tersebut.

    Informasi yang diperoleh Lenteranasional.com dilapangan menyebutkan, awalnya warga tercium aroma gas, sekira pukul 06:00. Diduga, warga terhirup gas beracun hasil dari pencucian sumur Alue Siwah dengan jarak hanya beberapa ratus meter dengan pemukiman penduduk.

    Tak lama kemudian, warga mulai terasa mual, pusing, dan muntah, sehingga dilarikan ke Puskesmas Banda Alam, sekira pukul 09:00.

    Kondisi warga yang semakin parah, beberapa diantaranya harus dilarikan ke RSUD Dr. Zubir Mahmud dan RS Graha Bunda Aceh Timur, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, namun sebagian tetap dirawat di Puskesmas.

    Samsul Bahri Keuchik Panton Rayeuk T kepada Lenteranasional.com mengatakan sangat menyesali karena minimnya sosialisasi Pihak PT. Medco dalam melakukan pencucian sumur gas  tersebut,sehingga banyak warga yang mengalami keracunan.

    "Kami sangat menyesali Pihak PT.Medco yang kurang memberikan sosialisasi terkait pencucian/Pembersihan Sumur gas, saya yang ada diberitahukan oleh pihak Medco hanya melarang beberapa orang yang kebunnya dekat dengan sumur Gas itu,"ujarnya.

    Menurut dia, informasi yang disampaikan oleh pihak Medco, akan ada pembersihan/pencucian Sumur gas akan dilakukan pada malam hari, akan tetapi baru dilakukan sekira pukul 05.00  WIB pagi, sehingga mulai pukul 06.00 WIB warga sudah mencium bau tak sedap dan merasakan mual, sesak nafas dan ada yang sampai muntah mutah dan harus mendapat penanganan medis,serta puluhan warga lainnya harus mengungsi sementara ke Kantor Camat Banda Alam,"Timpalnya.

    Ia juga menegaskan bahwa Pihak PT.Medco E&P Malaka harus bertanggung jawab dengan ini semua.

    "Pihak PT.Medco wajib bertanggung Jawab atas kejadian ini, bila perlu tutup saja sumur gas itu, dari pada warga yang menderita,"Ketusnya.

    sementera itu, Sahminan,SKM, M.Kes Kadis Kesehatan Aceh Timur membenarkan kejadian tersebut.

    “Benar, ada warga yang keracunan. Tapi penyebab keracunan belum kita ketahui, namun tim kita sudah ke lokasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Timur, Sahminan, SKM, M.Kes.

    Pihaknya kini sedang melakukan pendataan terhadap warga yang mengalami keracunan, baik yang dirawat di Puskesmas maupun pasien yang dilarikan ke RSUD ZM dan RS Graha Bunda.

    “Sedang kita data, tapi informasinya banyak warga yang tumbang akibat keracunan kali ini,” pungkas Sahminan.

    Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari PT Medco EP Malaka.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini