• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Jalanku Bau Busuk, Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan

    Jumat, 09 April 2021, 19:25 WIB Last Updated 2021-04-09T12:25:37Z

    Trienggadeng (LN) Warga yang melintas di Jalan Trienggadeng–Meureudu mengeluhkan bau busuk yang ditimbulkan oleh tumpukan sampah yang berlokasi di Pinggir Jalan menuju pasar kecamatan mereka dan sebaliknya. Selain warga, ratusan Siswa juga sangat terganggu dengan bau sampah menumpuk itu di pinggir jalan yang juga menuju sekolah SMAN 1 Trienggadeng dan MAN 4 Pidie Jaya. Lokasinya juga tidak jauh dari Mako Polres Pidie Jaya.


    Nadia, salah satu siswa di sekolah itu mengaku terganggu dengan bau busuk yang ditimbulkan oleh sampah tersebut. Anehnya sampah yang berserakan tepat berada di samping sebuah kontainer berwarna kuning itu.

     

    "Sangat terganggu dengan baunya. Apalagi kalau saya ke sekolah pasti melewati tempat sampah itu. Kalau musim hujan begini, baunya tambah menyengat sehingga terasa mual perut saya saat melewati kontainer sampah itu, dan juga harus menahan napas agar tidak tercium bau busuk dari sampah itu,” keluhnya kepada wartawan, Sabtu (10/4/2021)

    .

    "Apalagi sekolah kami lokasinya melewati lokasi tempat sampah itu pak. Yang paling parah baunya saat musim hujan bau busuknya berhenmbus jauh. Kalua kami jalan harus menahan napas cukup lama juga agar tidak tercium bau busuk dari sampah yang berserakan itu, kan risih juga," ketus Nadia berdsama teman-temannya.


    Keluhan serupa disampaikan Muhammad Taib, warga Gampong Meue kepada Media ini, yang bersangkutan setiap saat sering berada dilokasi dan melintas di tumpukan sampah yang berserakan di pinggir jalan menuju lahan pertaniannya.


    "Saya bingung kenapa sampah yang berserakan itu dibiarkan begitu saja oleh pihak yang berwenang (petugas) Dinas Lingkungan Hidup daan Kebersihan Kabupaten Pidie Jaya. Tumpukan sampah itu pernah terjadi sebelumnya, namun sudah pernah dibersihkan (eksekusi) oleh seorang relawan Pijay Gleeh bertepatan dengan HPSN bulan Februari lalu,”cerita Muhammad Taib yang juga mantan Keuchik Gampong Meue.


    Lanjut ia, beriring waktu berjalan warga yang sudah sadar akan membuang sampah pada tempatnya merasa kecewa saat sampah dalam kontainer sudah penuh tapi tidak segera diangkut. Dimana warga yang sudah terlanjur membawa samapah ke tempatnya, tidak bisa lagi memasukan ke dalam kontainer. 


     “Muatan dalam kontainer sudah meluap, karena sudah membawa sampah untuk dibuang pada tempatnya, ya terpaksa sampah itu di taruh disamping kontainer,”cerita Keuchik Taib sering melihat fenomena yang terjadi seraya mempertanyakan kalau sudah begini jadinya siapa yang mau disalahkan?


    Pantauan wartawan di lokasi, saat mobil pengangkut sampah mengangkat kontainer yang sudah penuh, sampah yang berada di luar tersebut dibiarkan saja. Begitu pula selanjutnya, saat Kontainer dikembalikan ketempatnya hanya digeserkan ke lokasi baru agar tidak menimpa sampah berserakan itu bukannya di kumpulkan untuk dimasukan kedala kontainer yang baru kosong. 


    Tumpukan sampah itu terlihat di pinggir jalan tersebut mayoritas bekas pampers bayi yang penuh dengan kotoran. Ya dibiarkan saja dan terus menumpuk. KACAU! SAMPAH BERCECERAN DI SAMPING KONTAINER, KOK BISA?


    Menggelitik, inilah potret di sudut kota kecamatan Trienggadeng tepatnya 50 meter dari Mako Polres Pidie Jaya dengan sampah yang berserakan berada tepat di samping tong sampah (Kontainer). Fenomena tersebut, menjadi polemik yang tidak bisa hanya dipandang sebelah mata. Keseriusan dan keharusan bagi Pemkab Pidie Jaya, merumuskan solusi untuk menyelesaikan potret tersebut.

    (oleh: Irfan)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini