• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Ibu Melahirkan Dalam Pempers di RSUD Ditanggapi Ketua BSUIA Pijay

    Lentera Nasional
    Minggu, 18 April 2021, 20:38 WIB Last Updated 2021-04-18T13:41:28Z

    Fadhlina Ketua BSUIA Pidie Jaya.

    Pidie Jaya - Ketua Balai Syura Ureung Inong Aceh (BSUIA) Pidie Jaya, Fadhlina, menyayangkan dan mempertanyakan pelayanan kesehatan RSUD Pidie Jaya terkait peristiwa yang menimpa ibu yang melahirkan anak tanpa pertolongan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya, beberapa waktu yang lalu.

    Hal itu disampaikan Fadhlina kepada sejumlah awak media saat bertandang kerumahnya di Gampong Rawa Sari Kecamatan Trienggadeng Pidie Jaya, Minggu (18 April 2021).

    Menurut Fadhlina, pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 H ayat (1) dan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

    Disamping itu, pelayanan Kesehatan harus menjadi skala prioritas, jangan main-main dalam memberikan pelayanan medis terhadap masyarakat. Agar masyarakat mendapatkan palayanan kesehatan yang optimal dari Pemerintah, begitu ujarnya.

    Namun kenyataannya, pelayanan kesehatan di Kabupaten Pidie Jaya sampai saat ini masih ditemukan beberapa masalah berkaitan dengan layanan kesehatan diantaranya masalah kesehatan ibu dan anak, seperti kasus yang menimpa seorang ibu muda bernama Rauzatul Jannah (24) warga Keurisi Meunasah Lueng Kecamatan Jangka Buya yang melahirkan sendiri atau dengan kata lain tanpa pelayanan medis yang maksimal di RSUD Pidie Jaya, ungkapnya.

    Dikatakannya, melahirkan tanpa didampingi tenaga medis ini sangat beresiko, kata dia. Seharusnya persalinan itu harus di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).

    Solusi yang tepat untuk melahirkan adalah dirumah sakit, karena mereka di dukung oleh fasilitas yang cukup dan sumber daya manusia yang handal, ada bidan, perawat, dan dokter spesialist, beber Fadhlina.

    Tapi yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya malah sebaliknya, pasien melahirkan sendiri yang dibantu sang ibu, kalo ini yang terjadi kan miris kita lihatnya, ujarnya.

    Masyarakat harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal dari rumah sakit, karena ini tidak gratis, katanya. Negara membayar ke pihak rumah sakit melalui BPJS, tegasnya.

    Sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan nomor 97 tahun 2014 pasal 14 jelas disebutkan tanggung jawab pemerintah/pemerintah daerah persalinan harus dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, agar masyarakat tidak lagi membawa ke dukun beranak, pungkasnya. (**)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini