• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Guru di Pijay Harap PGRI Dipimpin Tokoh Pendidikan Berintegritas

    Lentera Nasional
    Jumat, 02 April 2021, 14:13 WIB Last Updated 2021-04-02T07:16:55Z

    Mukhlis Banzema, S.Pd.
    Pidie Jaya - Dalam menunjukan jati diri PGRI sebagai organisasi profesi yang memiliki integritas tinggi dalam dunia pendidikan, lintas guru di Kabupaten Pidie Jaya mengharapkan PGRI di pimpin oleh tokoh pendidikan yang memiliki dedikasi yang berintegritas tinggi dalam memajukan dunia pendidikan.

    Hal demikian itu diungkapkan Mukhlis Banzema, M.Pd, (2/4/2021). Ia berharap tokoh - tokoh pendidikan di Pidie Jaya harus mengambil peran dalam naungan PGRI yang selama ini hampir tidak jelas arah dan tujuan.

    Tokoh - tokoh pendidikan diantaranya hadir, H. Said Mulyadi, SE. M.Si yang merupakan Wakil Bupati Pidie Jaya, Saiful, M.Pd, mantan Kadis Pendidikan, Muhammad Yani, S. Pd.i, Kakankemenag Pidie Jaya, Haureny, S.Pd, mantan sekretaris Disdik Pijay yang sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanahan, Agussalim, M.Pd, Kadis  Badan Dayah, Jailani, S.Pd, Kadis Syariat Islam, Saifuddin, M.Pd, Kadispora Pidie Jaya, dan Kepala Inspektorat Jamian, S.Pd, serta sejumlah pejabat dan tokoh lain, Imbun Muhklis.

    "Kami para guru sangat mengharapkan PGRI Pidie Jaya dipimpin oleh Tokoh yang memiliki integritas tinggi, walaupun ada beberapa teman dari pengurus Kecamatan mengarahkan saya untuk maju, namun saya lebih mengharapan para senior-senior yang memiliki andil dalam menentukannya," jelas Muhklis. 

    Meski demikian, setiap Anggota PGRI punya hak yang sama untuk mencalonkan diri maju dalam bursa pencalonan sebagai pengurus PGRI yang nantinya akan dipilih sebagai Ketua dalam Konferensi yang rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

    Lanjut Muhklis, pengurus PGRI bukanlah ajang untuk mencari popularitas tetapi menjadi agent perubahan untuk dunia pendidikan dan membela hak hak guru.

    "Hari ini kami melihat implementasi UU Guru belum mampu melindungi guru, salah satu nya jika ada permasalahan dengan peserta didik masih ada yang menuntut guru secara hukum, padahal dalam proses  mendidik yang bersifat education, guru tidak bisa dituntut secara hukum ada UU yang mengatur nya," terang  Muhklis.

    PGRI harus mampu menguatkan implimentasi tersebut. Menjadi pengurus PGRI bukan untuk gagah gagahan, ini menyangkut nasib dan harkat martabat guru. Jadi dibutuhkan sosok yang brilian untuk itu. Pungkasnya. (RS)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini