• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Miskin, Imum Meunasah Penderita Stroke di Rambong Beuracan Itu Belum Punya Rumah Tempat Tinggal

    Sabtu, 20 Maret 2021, 22:11 WIB Last Updated 2021-03-20T15:11:10Z


    Pidie Jaya - Komunitas Peduli Anak Yatim dan Duafa (KPAYD) Pidie Jaya kembali menyambangi masyarakat kurang mampu yang menderita stroke di Gampong Rambong Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (20/3).


    Diketahui, KPAYD berdiri sejak tahun 2018 dengan inisiator seorang anggota polisi bernama Bripka Joni Rahmad yang berdinas di Bagsumda Polres Pidie Jaya.

    KPAYD merupakan komunitas yang beranggotakan relawan yang berjiwa sosial tinggi yang berasal dari berbagai kalangan dan latar belakang pekerjaan berbeda - beda, tetapi komunitas ini saling bahu membahu untuk melakukan kegiatan sosial ,membantu masyarakat yang kurang mampu mulai dari memfasilitasi sunatan masal, santunan anak yatim, bantuan kepada panti asuhan , menolong orang sakit dan menjembatani masyarakat yang membutuhkan bantuan.

    KPAYD sendiri dalam kegiatannya bersinergi dengan Pemerintah juga Dinas terkait dalam hal-hal yang memerlukan campur tangan Dinas pemerintah, selain dengan mengumpulkan dana secara pribadi juga kadang- kadang para pengusaha juga tokoh masyarakat ataupun para pejabat, masyarakat yang mempunyai kepedulian yang tinggi banyak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh KPAYD.

    Hari ini KPAYD kembali mengunjungi masyarakat kurang mampu yang menderita penyakit stroke di Gampong Rambong, Kemukiman Beuracan, Kecamatan Meuredue, Kabupaten Pidie Jaya.

    Adapun masyarakat yang hari ini dikunjungi oleh KPAYD adalah Tgk Mahyuddin (50) tahun , beliau merupakan seorang Imum Meunasah Gampong tersebut, beliau menderita storke sejak 6 bulan yang lalu , selama ini sudah diupayakan pengobatan secara alternatif juga rutin berobat ke rumah sakit dengan menggunakan BPJS Kesehatan, semenjak sakit 6 bulan ini Tgk Mahyuddin harus menumpang tinggal dirumah mertuanya karena keadaan rumah yang sangat memprihatinkan, Tgk Mahyuddin sendiri tinggal bersama istrinya yang bernama Rohani dan 4 orang anaknya yang bernama Khusnon (25) tahun yang juga menderita sakit menahun sejak usia 3 tahun, M Ikbal (21) tahun, Risna (15) tahun , dan Asmaul Husna (6) tahun.

    Tim KPAYD yang datang hari ini diwakili oleh Bripka Jonni sendiri, Wina , dan Alvin. Sabtu Sore , 20 Maret 2021 sekitar jam 16.00 rombongan KPAYD tiba dengan membawa sedikit bantuan yang berupa sembako, dan sedikit uang tunai dengan tujuan membantu meringankan beban keluarga Tgk Mahyuddin. Semenjak sakit ekonomi keluarga kami bergantung pada belas kasihan orang , dan alhamdulillah masyarakat Gampong Rambong juga selama ini sangat peduli terhadap nasib kami begitu disampaikan oleh Rohani isteri dari Tengku Mahyuddin sambil mengajak tim KPAYD melihat anaknya yang bernama Khusnon yang juga menderita sakit.

    Keluarga ini juga menyampaikan terima kasih kepada tim KPAYD juga para donatur yang sudah peduli dengan keadaan keluarga ini. KPAYD melalui Wina juga menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus berlanjut kedepannya sambil berbenah diri utk mempersiapkan KPAYD menjadi sebuah komunitas resmi yang mempunyai Badan Hukum dan independen ,transpatan dan amanah bahkan Bripka Jonni sebagai inisiator beberapa kali menyampaikan sudah sepantasnya KPAYD yang ia rintis ini menjadi wadah para donatur dan para dermawan -dermawan yang peduli dan segera dilaunching di Pidie Jaya . Begitu disampaikan oleh Wina dan Bripka Jonni mengakhiri bincang-bincang sore ini selepas giat kemanusiaan di Gampong Rambong, Kemukiman Beuracan , Kecamatan Meurdue , Kabupaten Pidie Jaya. (Wina)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini